Kurikulum‎ > ‎

Metode Qur'anuna



Apa itu Metode Qur'anuna?


Dari Bahasa Arab; berarti Quran kita (our Quran). Dan Metode Quranuna berarti sebuah metode yang berhubungkait dengan berbagai pendekatan terhadap Al-Quran Al Kariim yang meliputi beberapa hal di antaranya;
1. Tilawah / Baca Al-Quran
2. Tahfiz / Hafalan Al-Quran
3. Terjemah / Faham Arti Al-Quran
4. Tafsir
5. Dan yang lainnya

Pada masa sekarang ini Methode Quranuna mengembangkan dua hal; Metode Baca Al-Quran dan Metode Hafalan Al-Quran. Selanjutnya keduanya kita sebut dengan istilah Kaedah Baca Quranuna dan Kaedah Tahfiz Quranuna.

1. Kaedah Baca Quranuna

Yaitu sebuah kaedah baca untuk bisa membaca Al-Quran dengan pendekatan Bahasa Al-Quran (Bahasa Arab) dan mengikut kaedah tajwid. Kaedah Baca Quranuna ini disusun berdasarkan kosakata Bahasa Arab yang ada di dalam Kamus Al Mu’jam Al Wasith dan Al-Quran dan dengan dipandu ilmu tajwid.

2. Kaedah Tahfiz Quranuna

Yaitu sebuah kaedah hafalan untuk bisa menghafal Al-Quran secara sempurna dengan pendekatan nomor (matematika) baik nomor ayat, surah dan halamannya, dan juga dengan pendekatan Bahasa.


Pertama; pendekatan matematika.

Maksudnya; seseorang yang menghafal Al-Quran dengan Kaedah Tahfiz Quranuna akan hafal nomor ayat, nomor surah, nomor halaman dan berbagai hal yang berkaitan Al-Quran dan nomor-nomor lainnya dan juga rumus-rumus matematika yang bisa digunapakai dalam menghafal Al-Quran.
Sebagai contoh: Menghafal An Naas
Maka seseorang yang menghafal An Naas dengan menggunakan Kaedah Tahfiz Quranuna, ia akan hafal surah An Naas sebgaimana lazimnya dan sekaligus akan hafal nomor surahnya, yaitu 114 dan nomor ayatnya dari 1 – 6. Lebih istimewa lagi ia pun akan hafal An Naas secara maju seperti biasanya dari ayat 1 – 6, bisa juga hafal secara mundur dari 6 – 1, dan juga bisa hafal secara matematika misalnya mengikut kelompok bilangan ganjil 1,3 dan 5 dan bilangan genap 2, 4 dan 6 yang terdapat di dalam surah tersebut.
Adapun proses menghafal bisa dipelajari dalam Buku Kaedah Tahfiz Quranuna yang tersedia.


Kedua; pendekatan bahasa.

Maksudnya; seseorang yang menghafal Al-Quran dengan Kaedah Tahfiz Quranuna akan hafal mengikut kaedah Bahasa yang berhubungkait khusus dengan kosa kata dan suku katanya yang sudah dibuat rumus-rumusnya yang akan dibahas pada bab khusus.

Sebagai contoh: Menghafal An Naas
Maka seseorang yang menghafal An Naas dengan menggunakan Kaedah Tahfiz Quranuna, ia akan hafal dengan menggunakan kosa kata benda-benda yang ada di sekelilingnya. Misalnya rumus kata yang dibuat;
Tas = 1,
Zoo = 2,
Map = 3,
Pot = 4,
Sop = 5, dan
Ros = 6.
Ke-enam benda tersebut ada di dalam ruang otak (memori) menghafal An Naas. Ketika seseorang menghafal ayat 1, berarti ia akan terbayang tas, menghafal ayat 2 ia seakan melihat Zoo (Kebun Binatang) dan begitu seterusnya.

Adapun proses menghafal bisa dipelajari dalam Buku Kaedah Tahfiz Quranuna yang tersedia.

Kesimpulan:
1. Siapa saja yang menghafal Al-Quran dengan Kaedah Tahfiz Quranuna maka ia akan meningkatkan kemampuan matematika dan Bahasanya.
2. Ia pun akan hafal nomor ayat, surah, halaman dan benda-benda di sekitarnya berubah menjadi sarana mengingat ayat-ayat dalam Al-Quran.

Sekretariat